Yang Lain Minta Bantuan Orang IT, Orang IT Minta Bantuan Siapa?



Gambar oleh Lukas Bieri dari Pixabay

Pagi itu, waktu baru menunjukkan pukul 08:15 WIB, ketika sebagian orang masih ada yang terjebak macet dijalanan, kami sudah ready didepan komputer.

Memang sih, jam masuk kerja kami yaitu setengah delapan pagi, jadi bagi kami kalau masuk kerja jam delapan pagi juga sudah termasuk kesiangan.


"Cling!", suara pesan WhatsApp di handphone terdengar jelas, pagi-pagi memang hp saya simpan dipinggir laptop, karena biasanya pagi-pagi suka banyak yang menghubungi, ternyata benar saja, ada pesan dari operator yang menanyakan terkait data pembayaran yang tidak bisa dibayarkan oleh mahasiswa.


Karena saya anggap sistem sudah stabil, jadi saya perkirakan kalau tagihannya masih kosong, dan begitu saya cek ternyata benar tagihannya belum ditetapkan.


Baca juga : Bukan Hanya Adsense, Inilah Manfaat Lain yang Bisa Didapatkan oleh Seorang Blogger

Lalu saya beritahu operator tersebut tentang penyebab gagalnya pembayaran, dan permasalahan tersebut pun selesai.


Bukan hal yang aneh sih, tapi meski itu hal sepele bagi kami, tetap saja kalau yang bertanyanya banyakan dengan pertanyaan yang berbeda-beda cukup merepotkan juga.


Mending kalau hanya bertanya tentang masalah simple seperti itu, tapi kalau yang ditanyakan atau yang diminta adalah penambahan fitur baru, nah ini yang menjadi tantangan baru.

Dan terkadang, banyak sekali unit yang bertanya dan meminta bantuan untuk dibuatkan fitur baru dalam kurun waktu yang berdekatan, sehingga saya suka berfikir, "yang lain meminta bantuan orang IT, orang IT meminta bantut siapa dong?".


Baca juga : Alasan Saya Menggunakan Linux dan Mengurangi Pemakaian Windows

Ternyata, inilah realita yang terjadi, dimana orang IT memang ujung tombak dari terbentuknya sebuah sistem terkomputasi. Bertanya kepada yang buka orang IT malah akan mempersulit diri sendiri, jadi jalan terbaiknya adalah dengan membuat tim IT sendiri, dimana didalamnya bisa berdiskusi hingga terbentuklah sebuah solusi.


Bekerja sebagai programmer di perusahaan atau instansi besar memang sebaiknya jangan sendirian, karena tim adalah sebuah kebutuhan dan keharusan.


Kalau sudah mengajukan tambahan programmer tapi masih saja sendirian, berarti resign adalah sebaik-baik nya pilihan, karena ketika bertahan tetap sendirian, maka peluang untuk meningkatkan skill dan kemampuan bisa saja ikut tertahan.


Jadi kesimpulannya, ketika seorang programmer bekerja di sebuah perusahaan atau instansi yang besar (bukan freelancer), maka harus terdiri dari sebuah tim, jangan sendirian. Saya menulis ini karena sudah merasakan bagaimana pusingnya mengelola sistem satu universitas seorang diri selama lebih dari dua tahun, tapi kini tidak sendirian lagi karena sudah dibantu oleh programmer baru. Jadi ketika ada masalah, maka ada tim yang bisa diajak diskusi.


Baca juga : Alasan Kenapa Lulusan IT Banyak juga yang Dipekerjakan Sebagai Staff Administrasi


Topik: Programmer

Tentang Penulis

Kang Ruswan
Kang Ruswan